KAMPUNG PETROGANIK GENCARKAN PEMUPUKAN BERIMBANG

PT Petrokimia Gresik (PG) bersama mitra produksi pupuk organik Petroganik, distributor, dan pemerintah Kabupaten Jombang menggelar panen raya padi di Kampung Petroganik di Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, Senin (11/3).

Direktur Pemasaran PG Meinu Sadariyo menyatakan bahwa Kampung Petroganik merupakan program edukasi, sosialisasi, dan promosi yang diinisiasi oleh mitra produksi Petroganik bekerjasama dengan distributor PG untuk petani yang berada di wilayahnya. Program ini telah berjalan sejak tahun 2014 dan bertujuan untuk membina petani padi, mulai dari pengolahan tanah, pemilihan benih unggul, pola pemupukan, hingga panen.

“Kampung Petroganik juga merupakan bentuk dukungan Petrokimia Gresik terhadap Program Peningkatan Produksi Pangan atau P4 milik pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas melalui pengawalan kegiatan budidaya pertanian,” ujar Meinu.

Selain itu, lanjut Meinu, program ini merupakan sarana untuk mengubah pola pikir dari semula hanya menggunakan pupuk anorganik, kini sudah harus menerapkan pemupukan berimbang, yaitu dengan menambahkan pupuk organik dalam setiap budidaya pertanian.

“Pemupukan berimbang merupakan perpaduan antara pupuk organik, yang berfungsi memperbaiki kesuburan tanah, dengan pupuk anorganik sebagai penyedia unsur hara tanaman,” jelas Meinu.

Adapun pola pemupukan berimbang yang direkomendasikan oleh PG adalah 5:3:2, yaitu 500kg pupuk organik Petroganik, 300kg pupuk NPK Phonska, dan 200kg pupuk Urea untuk setiap satu hektar lahan sawah.

“Kami telah menguji efektifitas pola pemupukan berimbang ini ke berbagai daerah dan terbukti mampu meningkatkan produktivtas tanaman padi,” tambah Meinu.

Meinu juga menyebutkan bahwa pemakaian pupuk organik oleh petani perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, terutama dalam hal penyampaian informasi yang tepat mengenai fungsi dan manfaat pupuk organik dalam budidaya pertanian.

Pupuk organik Petroganik merupakah salah satu pupuk bersubsidi hasil riset PG. Pupuk ini lahir pada tahun 2004 sebagai jawaban atas hasil penelitian Pusat Tanah dan Agroklimat Bogor (2003) yang menyebutkan bahwa sebagian besar tanah pertanian di Indonesia mengandung kadar C-organik dibawah 2%. Sementara tanah yang sehat minimal mengandung kadar C-organik sebesar 5%.

Sementara itu, pupuk organik Petroganik memiliki kandungan kadar C-organik sebesar 12,5%. Dengan demikian, pupuk organik Petroganik berfungsi tidak menambah unsur hara, melainkan

memperbaiki sifat fisik, kimia, dan struktur tanah. Sedangkan kebutuhan unsur hara tanaman dapat dipenuhi dari pupuk anorganik

“Sehingga pola pemupukan berimbang ini merupakan wujud dari keberlanjutan pertanian atau sustainable agriculture, dimana pupuk organik berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan, dalam hal ini menjaga tanah agar tetap subur,” ujar Meinu.

PG telah menerjunkan petugas lapangan untuk memberikan pemahaman dan pendampingan kepada petani tentang pentingnya pupuk organik Petroganik terhadap kelestarian lingkungan. Bahkan, PG memiliki 4 (empat) unit Mobil Uji Tanah yang siap membantu petani mengukur tingkat kesuburan tanah dan memberikan rekomendasi pemupukan yang tepat.

Hal ini merupakan bagian dari transformasi bisnis, dimana PG saat ini tidak sekedar menjual produk melainkan menawarkan solusi. Tidak hanya bagi petani melainkan memberikan solusi dalam skala yang lebih luas, yaitu solusi bagi sektor agroindustri, melalui serangkaian produk dari hulu hingga hilir.

“Kami berharap program Kampung Petroganik ini dapat ditiru oleh kabupaten lainnya sehingga semakin banyak petani yang mengetahui manfaat dan pentingnya pupuk organik dalam keberlanjutan pertanian kita,” tutup Meinu. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *