BERITAPELABUHAN.COM – Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti halaman Balai Desa Kandangan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Minggu malam (31/8/2025).
Ratusan warga memadati tempat acara untuk mengikuti Kandangan Bersholawat dalam rangka doa bersama, sedekah bumi, serta tasyakuran HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Acara ini menghadirkan ustaz Firman Achsani serta KH Masykur atau yang akrab dikenal dengan sebutan Kiai Kijing Miring.
Lantunan sholawat yang dipimpin grup Hadrah Raden Cilik Mapel menggema, menyatukan suara warga Kandangan dan sekitarnya dalam untaian doa.
Tangan-tangan mereka bergerak serempak, melambangkan kekhusyukan sekaligus rasa syukur atas limpahan nikmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT).
Kepala Desa Kandangan, Miftahul Huda, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan sedekah bumi telah dimulai sejak pagi. Mulai dari tradisi tumpengan hingga kirab desa yang diikuti masyarakat dengan penuh semangat.
“Mudah-mudahan sedekah bumi tahun ini semakin menumbuhkan rasa syukur kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Acara ini bukan hanya tradisi, tapi kita juga bisa mempererat silaturahmi, menjaga tradisi leluhur, serta merawat kebersamaan di Desa Kandangan,” ungkap Miftahul Huda.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berkembang. “Semoga ke depan bisa lebih meriah, lebih indah, sehingga benar-benar membawa manfaat dan berkah bagi seluruh warga Kandangan,” tambahnya.
Selain doa bersama, rangkaian Agustusan di Desa Kandangan juga masih berlanjut.
Panitia menyiapkan acara penutup berupa jalan sehat pada 7 September mendatang yang akan kembali mempertemukan warga dalam suasana kebersamaan.
Sementara itu, Camat Duduksampeyan M. Dedy Hartadi yang diwakili Kasi Pembangunan, Imron Rosyadi, memberikan apresiasi mendalam atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, sedekah bumi merupakan tradisi luhur. “Dulu Wali Songo, kita diajarkan untuk bersedekah dan berbagi. Tradisi sedekah bumi adalah wujud rasa syukur sekaligus sarana mempererat silaturahmi antar warga. Inilah kekayaan budaya dan spiritual yang patut terus kita jaga,” jelas Imron yang juga pernah menjabat Pj Kades Kandangan.
Ia menekankan pentingnya melestarikan tradisi agar generasi mendatang tetap mengenal akar budaya dan nilai religius masyarakat desa.
“Harapan kami tradisi seperti ini tidak hanya terus dijaga, tapi juga semakin berkembang dan semarak ke depan,” tuturnya.
Kandangan Bersholawat bukan sekadar doa bersama, tetapi juga menjadi pengingat bahwa rasa syukur dan persaudaraan adalah pondasi kokoh bagi masyarakat untuk terus melangkah ke depan. (har)
Beritapelabuhan.com Berita Pelabuhan, Pemerintahan dan Berita Gresik Terupdate