Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar (lima dari kiri), Direktur Keuangan dan SDM Semen Gresik, Muchamad Supriyadi (tujuh dari kiri), Bupati Rembang, Abdul Hafidz (dua dari kiri) mengunjungi Education Park Semen Gresik, Jumat (17/9).

Menteri Halim Iskandar Kunjungi Edupark Semen Gresik di Rembang

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengunjungi Education Park (Edupark) Semen Gresik di Desa Kajar, Rembang pada Jumat (17/9/2021). Edupark milik anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mbangun Deso, Desa Kajar, Kabupaten Rembang.

Edupark Semen Gresik dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti lahan pertanian holtikultura, budidaya sayur mayur dengan menggunakan sistem hidroponik dan pupuk organik, penggemukan sapi, peternakan domba, ayam petelur, burung puyuh, budidaya ikan lele dan jamur tiram serta pembuatan pupuk organik dan biogas dari kotoran hewan.

Kawasan edupark ini sebagai sarana transfer pengetahuan bagi warga desa sekitar perusahaan dalam membangun usaha peternakan dan pertanian. Melalui program ini diharapkan dapat membangun kemandirian pangan, ekonomi, energi skala kecil di lingkungan desa sekitar. Selain itu, dari pembelajaran di edupark diharapkan dapat melahirkan satu produk unggulan berbasis potensi lokal yang dapat menunjang kesejahteraan masyarakat setempat.

Menteri Adbul Halim Iskandar dalam kunjungannya ke Edupark Semen Gresik, Pabrik Rembang, mengapresiasi inisiatif Semen Gresik dalam mengembangkan pertanian dan peternakan terintegrasi (integrated farming) yang dapat memperkuat ketahanan pangan hewani.

Menteri Abdul Halim Iskandar mendorong konsep integrated farming Edupark Semen Gresik untuk dikembangkan dengan skala yang lebih besar melalui BUMDes bersama.

” Ini satu model yang telah diinisiasi dan dikembangkan dengan baik oleh Semen Gresik pabrik Rembang, yang kemudian diharapkan bisa dikembangkan di desa lain. Kita akan dorong model ini untuk direplikasi dengan perusahaan lain baik itu BUMN maupun perusahaan swasta yang posisinya berada di desa-desa, ” ujar Abdul Halim Iskandar. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *