Dirut PG, Dwi Satriyo Annurogo (kiri) bersama SVP Pabrik 1, Joko Raharjo usai menerima Apresiasi Resilience and Sustainable Industry dari Kementerian Perindustrian RI di Jakarta.

Menteri Perindustrian Apresiasi Penerapan Enviromental, Social, dan Governance Petrokimia Gresik

BERITAPELABIHAN.COM, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mendapatkan apresiasi “Resilience and Sustainable Industry” sebagai Terbaik Pertama untuk kategori Environmental, Social, and Governance (ESG) Perusahaan Luar Kawasan Industri dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia (RI).

Secara simbolis penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita kepada Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo di Jakarta, Senin (11/12).

Pada Selasa (12/12), Dwi Satriyo menyampaikan bahwa, penerapan ESG merupakan instrumen penting bagi Petrokimia Gresik untuk menjamin kelancaran bisnis perusahaan. Dengan demikian Petrokimia Gresik dapat menjalankan amanah dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta berkontribusi dalam mendorong Pupuk Indonesia sebagai leader di pasar global.

“Petrokimia Gresik saat ini merupakan perusahaan pupuk dan bahan kimia terlengkap di Indonesia, menjadi produsen NPK terbesar di dalam negeri, serta menjadi pionir bagi sejumlah teknologi pertanian di Indonesia. Produk-produk inovatif perusahaan juga mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Tentu capaian ini tidak lepas dari implementasi ESG di perusahaan,” tandas Dwi Satriyo.

Di bidang lingkungan (environmental), tambahnya, Petrokimia Gresik memiliki sejumlah program untuk mewujudkan industri hijau. Antara lain melakukan efisiensi energi dengan sejumlah inovasi di pabrik dan pengelolaan limbah sesuai dengan peraturan yang dipersyaratkan pemerintah.

Kemudian penghematan konsumsi air seperti pemanfaatan Neutralized Water Effluent Treatment I untuk Pabrik AlF3, Purified Gypsum I dan II. Inovasi ini mampu menghemat air hingga 1.897.500 meter kubik dalam setahun.

“Untuk mewujudkan industri hijau Petrokimia Gresik juga melakukan dekarbonisasi, seperti pemanfaatan gas CO2 untuk sejumlah pabrik, menanam 129.100 mangrove, penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dan lainnya,” jelas Dwi Satriyo.

Untuk bidang sosial (social), Petrokimia Gresik telah menyalurkan dana sebesar Rp11,98 miliar di tahun 2022 yang direalisasikan melalui sejumlah program non PUMK (Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil) untuk masyarakat sekitar perusahaan, seperti Beasiswa Petro (Bestro), Kampung Sehat, Beasiswa Petani Muda, maupun program-program lainnya.

“Program-program sosial yang kami jalankan bertujuan untuk meningkatkan kondisi sosial masyarakat, terutama yang berada di sekitar perusahaan melalui pemberdayaan potensi, maupun pemberian bantuan kegiatan sosial,” ujar Dwi Satriyo.

Terakhir, di bidang tata kelola perusahaan (governance), Petrokimia Gresik telah menerapkan sejumlah sistem manajemen yang terintegrasi. Mulai dari manajemen mutu, anti penyuapan, safety dan lainnya.

“Prestasi ini merupakan capaian bersama, buah kolaborasi semua sektor yang ada di Petrokimia Gresik, serta dukungan stakeholder. Prestasi ini akan memacu kami untuk meningkatkan kinerja dalam implementasi ESG,” tutup Dwi Satriyo.

Sebagai informasi, Resilience and Sustainable Industry merupakan media bagi Kemenperin untuk memotivasi industri di tanah air agar meningkatkan awareness terhadap prinsip keberlanjutan dan ketaatan terhadap pemenuhan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Perindustrian. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *