PG Raih Industri Hijau

Setelah menerima penghargaan Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada hari Senin (19/12) lalu, PT Petrokimia Gresik (PG), produsen pupuk terlengkap di Indonesia anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali menerima penghargaan Industri Hijau Level 5, atau yang tertinggi, dari Kementerian Perindustrian pada hari ini, Kamis (21/12).

Penghargaan ini diserahkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar dan diterima oleh Direktur Produksi PG I Ketut Rusnaya di Gedung Kementerian Perindustrian di Jakarta.

I Ketut Rusnaya menyatakan bahwa Industri Hijau merupakan penghargaan dari Kementerian Perindustrian kepada perusahaan industri yang telah menerapkan pola penghematan sumber daya dan penggunaan bahan baku dan energi yang ramah lingkungan serta terbarukan.

“Industri Hijau Level 5 ini merupakan pengakuan tertinggi dari pemerintah atas komitmen manajemen Petrokimia Gresik yang selama ini sudah melakukan efisiensi dalam proses produksi dan pengelolaan lingkungan yang baik dan berkelanjutan,” ujar I Ketut Rusnaya.

Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan berdasarkan penilaian pada tiga kriteria utama, yaitu proses produksi yang meliputi program efisiensi produksi, penggunaan material input, energi, air, teknologi proses, sumber daya manusia (SDM), hingga lingkungan kerja di ruang proses produksi.

Kedua adalah kinerja pengelolaan limbah yang meliputi program penurunan emisi CO2, pemenuhan baku mutu lingkungan, serta sarana pengelolaan limbah atau emisi. Ketiga adalah manajemen perusahaan yang meliputi sertifikasi, program CSR, penghargaan, serta kesehatan karyawan.

Petrokimia Gresik, lanjut I Ketut Rusnaya, akan terus mempertahankan dan meningkatkan pengelolaan sumber daya dan lingkungan yang lebih baik dan efisien. Karena perusahaan bertekad menjadi industri unggul yang dapat memberikan solusi pangan terhadap Indonesia, yaitu melalui berbagai produk pupuk, benih, pengendalian hama, serta berbagai produk lainnya.

“Sebagai industri yang menggunakan teknologi canggih, proses produksi kami selalu berpatok pada efisiensi sumber daya dan pengelolaan lingkungan yang baik. Bahkan pengelolaan lingkungan kami melebihi dari apa yang dipersyaratkan oleh peraturan atau beyond compliance,” tutup I Ketut Rusnaya. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *