Menteri BUMN Erick Thohir (ke-2 dari kanan) Menyerahkan Bantuan Kepada Gubernur Jatim, Khofifah Indar P (kiri) Disaksikan Menkopolhukam, Mahfud MD (ke-2 dari kiri) dan Wabug Jatim, Emil Dardak (kanan).

RUMAH SAKIT PETROKIMIA GRESIK TERIMA BANTUAN PENANGANAN COVID-19 DARI KEMENTERIAN BUMN

Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG) bersama rumah sakit Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya di Jawa Timur (Jatim) menerima bantuan penanganan Covid-19 dari Kementerian BUMN melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Secara simbolis, bantuan diserahkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir kepada Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi Surabaya, Minggu (5/7). Hadir menyaksikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Prof. Mohammad Mahfud MD, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, serta direktur Rumah Sakit BUMN di Jatim.

Adapun bantuan yang diberikan adalah 10 ribu unit APD, 100 ribu lembar masker bedah, dan 100 ribu tablet Avigan, yakni obat antivirus buatan Jepang yang cara kerjanya menghalangi kemampuan virus untuk berkembang di dalam sel. Saat ini Avigan masih menjadi satu-satunya obat yang terbukti secara klinis membantu penyembuhan pasien Covid-19.

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan bahwa bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat kepada Pemprov Jatim untuk percepatan penanganan Covid-19 di Jatim. Menurutnya, Jatim membutuhkan perhatian khusus, mengingat penambahan kasus yang terus meningkat. Berdasarkan data Pemprov Jatim, jumlah kasus positif per 5 Juli 2020 mencapai 13.997, menjadikan Jatim sebagai daerah dengan kasus terbanyak di Indonesia saat ini.

Dalam sambutannya, Gubernur Jatim Khofifah menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementerian BUMN yang kedua kalinya telah memberikan bantuan kepada Pemprov Jatim. Menurutnya, ini merupakan wujud sinergitas seluruh elemen strategis bangsa dalam percepatan penanganan Covid-19, khususnya di Jatim.

Semoga kehadiran Menteri BUMN dan Menkopolhukam mampu menyemai damai, kasih dan kekuatan bagi tenaga kesehatan serta seluruh masyarakat Jatim di tengah situasi ini ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Petro Graha Medika (PGM) dr. Retno Hartini, selaku pengelola RSPG mengungkapkan, bantuan ini sejalan dengan rencana Pemprov Jatim yang akan memasukkan RSPG ke dalam daftar rumah sakit rujukan Covid-19 level provinsi, yang disampaikan Wagub Emil saat berkunjung ke RSPG beberapa waktu lalu.

Hal ini dilakukan mengingat penambahan pasien positif Covid-19 masih tinggi setiap harinya, sementara sejumlah rumah sakit rujukan di Jatim telah penuh. Sehingga dibutuhkan penambahan fasilitas kesehatan untuk penanganan pasien Covid-19.

“Untuk itu, saat ini kami tengah menyiapkan penambahan kapasitas rawat bagi pasien Covid-19 hingga mencapai persentase di atas 50 persen dari total keseluruhan bed, ujarnya.

Pemprov Jatim Apresiasi Sinergi PG Group
Selain menyampaikan rencana tersebut, dalam kunjungannya ke RSPG, Jumat (3/7), Wagub Jatim Emil mengapresiasi sinergi PGM dan Petrokimia Gresik selaku Koordinator Satgas

Tanggap Covid-19 BUMN Jatim dalam upaya bersama menangani kasus Covid-19 baik di Gresik maupun Jatim.

Emil berharap agar seluruh pihak tetap menjaga semangatnya dalam memerangi Covid-19 sampai pandemi ini benar-benar berakhir.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan, SDM & Umum Petrokimia Gresik, Dwi Ary Purnomo, juga menyampaikan apresiasi kepada PGM yang turut membantu Petrokimia Gresik dalam menjalankan tugas sebagai Koordinator Satgas Tanggap Covid-19 BUMN Jatim.

Hingga bulan Juni, lanjut Dwi, Satgas Covid-19 BUMN Jatim telah menyalurkan bantuan total sebesar Rp34,88 miliar melalui berbagai pihak dan kepada sejumlah elemen masyarakat.

“Dari total bantuan tersebut, sebanyak Rp24,4 miliar atau 70 persen adalah kontribusi Petrokimia Gresik, dan 30 persen sisanya dari BUMN lain, imbuhnya.

Bantuan tersebut terdiri dari obat-obatan, Alat Kesehatan atau APD, sembako, dan bantuan lainnya yang disalurkan kepada rumah sakit rujukan, puskesmas, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi dan instansi/lembaga lainnya, serta diserahkan secara langsung kepada masyarakat Jatim.

Meskipun 33 dari 35 Posko Satgas BUMN Jatim telah ditutup pada 30 Juni lalu, Dwi memastikan Petrokimia Gresik tetap berkomitmen dan siap membantu pemerintah baik pusat maupun daerah untuk bersama-sama memerangi Covid-19 hingga pandemi ini berakhir.

Semoga apa yang telah kami lakukan dapat berkontribusi membantu percepatan penanganan Covid-19 di Jatim. Ke depan upaya ini akan terus kami tingkatkan, tutup Dwi. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *