ASN Wanita Harus Mampu Menganalisa Kebutuhan Prioritas Dalam Keluarga

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Gresik menggelar Diklat Manajemen Keuangan Keluarga bagi ibu-ibu ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemkab Gresik, Rabu (14/03/2018).

Wakil Bupati Gresik Dr. H. Moh. Qosim didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Drs. Kng. Djoko Sulistio Hadi dan Kepala BKD Gresik Drs. Nadlif membuka secara langsung diklat yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut.

Diklat yang diprakarsai oleh BKD Kabupaten Gresik tersebut menitikberatkan pada pengelolaan keuangan keluarga (rumah tangga) yang dalam prakteknya banyak sekali yang belum mampu mengelolahnya dengan baik.

Menurut Wakil Bupati Dr. H. Moh. Qosim, persoalan manajemen keuangan di dalam keluarga bukan didasari dari besar kecilnya gaji yang diterima, namun bagaimana mengatur kebutuhan skala prioritas dan cara membelanjakan uang secara terarah sesuai dengan kebutuhan.

Artinya, sebagai ASN wanita harus dituntut cerdas dan mampu menganalisa kebutuhan yang menjadi skala prioritas, seperti halnya Pendidikan bagi anak-anaknya.

“Ibu-ibu sekalian harus pintar merencanakan pengeluaran dan pengelolaan anggaran dengan membuat neraca terkait besaran kebutuhan yang direncanakan dan berapa penghasilan yang didapat. Apakah mumpuni sehingga dapat melakukan saving atau justru malah sebaliknya,” kata Wabup Qosim.

Kendati demikian, Wabup menekankan bahwa pelaksanaan diklat ini sangat penting diikuti bagi para ASN wanita. Pasalnya, ASN wanita memiliki peran sangat penting dalam pengelolaan anggaran di dalam rumah tangga.

“Kami berharap kegiatan ini dapat diikuti sebaik mungkin, agar kemampuan ASN semakin meningkat dalam mengelola keuangan kelauranya secara akuntabel dan terarah,” imbuh Wabup.

Ditambahkan Wabup, melalui kegiatan diklat ini diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap peningkatan kinerja dalam menjalankan tugasnya di instansi masing-masing.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Drs. Kng. Djoko Sulistio Hadi melaporkan bahwa diklat tersebut diikuti 30 peserta dengan menghadirkan narasumber yang berasal dari Geo Anfield Solution dengan pemateri Dr. Werner R. Muhtadi dan Bertha Silvia Sutejo. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *