BPJS Ketenagakerjaan Gresik Sosialisasi ke kelompok UMKM Tentang dana Pensiun

Banyaknya tenaga kerja disektor Usaha Micro Kecil dan Menengah (UMKM) Gresik yang belum menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) Ketenagakerjaan, lembaga yang membidangi perlindungan tenaga kerja terus melakukan sosialisasi ke tenagakerja UMKM Gresik.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) Ketenagakerjaan memiliki program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (KJM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Pensiun, perlu mengajak pekerja di sektor UMKM agar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga pekerja yang terimbas musibah mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan program yang dimiliki, jelas Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Gresik, Bakti Mahendra Putra beberapa hari lalu.

Di Gresik ada sekitar 30.000 pekerja sektor UMKM yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, padahal menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sangat berguna bagi pekerja sewaktu-waktu mengalami musibah dalam menjalankan pekerjaan.

Apabila pekerja terkena musibah, mereka akan menerima bantuan sesuai dengan program yang mereka miliki. Dan yang paling penting, pekerja yang purna tugas akan diberikanan jaminan pensiun, mereka yang kena musibah kecelakaan kerja juga akan diberi bantuan jaminan kecelakaan kerja dan bantuan lain sesuai program yang dimiliki peserta.

Senada dengan Bakti Mahendra Putra, Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Gresik Darmawan Basuki ,untuk mencapai target pencapaian peserta perusahaan dan tenaga kerja, BPJS Ketenagakerjaan Gresik sudah mengajak instansi terkait untuk mengikut sertakan pekerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Penyuluhan tentang program BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya pada perusahaan –perusahaan tetapi dilakukan kepekerja UMKM dan pekerja mandiri seperti komunitas ojek dan lainnya.

Untuk tahun 2017, BPJS Ketenagakerjaan Gresik dibebani target 1.300 perusahaan dengan tenaga kerja 73.000 orang. Saat ini baru tercapai 300 perusahaan dan 6.500 tenaga kerja ditambah 4.000 tenaga mandiri.

Dengan waktu yang tersisa BPJS Ketenagakerjaan Gresik optimis bisa memenuhi target bahkan akan akan lebih banyak dari target yang diberikan induknya.

Tahun 2016 lalu, BPJS Ketenagakerjaan Gresik perusahaan yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 425 dari target 1.042 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 34.000 dari target 56.000, jelas Darmawan Basuki mantan Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Blitar. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *