Karang Taruna Gresik dituntut Berprestasi Tingkat Nasional

Karang Turuna (Kartar) Kabupaten Gresik diharapkan aktif menjalankan organisasi sehingga bisa meraih prestasi ditingkat nasional dan anggota Karang taruna menjadi pemimpin masa depan. Sebab, selama ini organisasi karang taruna kurang aktif dan tidak ada kegiatan.

“Sekarang ini beberapa organisasi karang taruna di Kabupaten lain banyak yang tidak aktif. Di Gresik mulai terlihat kerjanya, dilihat dengan dilaksanakan rapat kerja, kemudian dilaksanakan program kerjanya,” kata Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kabupaten Gresik Sutadji Rudi, Jumat (18/11/2016).

Menurut Rudy, ada beberapa kriteria Karang Taruna. Diantaranya, kreterika Kartar Tumbuh dan Kartar Berkembang. “Kartar berkembang yaitu strukturnya sudah ada, program-program sudah ada tapi tidak dilaksanakan, Kartar Maju yaitu  strukturnya sudah ada karang taruna, pengurusnya ada, programnya ada dan programnya dijalankan seadanya dan untuk Kartar Percontohan, ini  semuanya sudah ada, mulai strukturnya ada, programnya ada, kegiatannya ada dan lebih inovasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Rudy menambahkan bahwa anggota karang taruna Kabupaten Gresik anggotanya sangat banyak. “65 persen dari warga Gresik itu anggota mulai usia 15 tahun sampai 45 tahun. Jadi kalau seluruh warga Gresik sebanyak 1,300 juta jiwa maka 65 persennya kebanyakan anggota karang taruna,” katanya.

Sementara, Wakil Bupati Gresik Mohamad Qosim, saat membuka acara mengatakan bahwa pemuda merupakan aset bangsa. Sehingga harus terus belajar dan berlatih untuk meraih kesuksesan. “Saat ini masih muda, besok jadi orang tua. Besok ada yang menjadi pimpinan di Indonesia, ada yang menjadi Bupati, gubernur dan menteri. Maka, karang taruna ini harus terus dididik dan ditempa. Pasti pada massanya, seperti kerajaan Sriwijaya usianya mencapai 240 tahun, kerajaan Majapahit 270 tahun, Kerajaan Singosari 74 tahun, semua sekarang tinggal nama. Maka karang taruna ini sebagai penerus bangsa,” kata Qosim, yang juga sebagai pembina karang taruna Kabupaten Gresik.

Untuk meraih itu, karang taruna Kabupaten Gresik harus kompak, dan terus menambah pengetahuan dan menjaga sopan santun. “Massa depan yang kita hadapi semakin komplek, maka karang taruna harus kompak. Kekurangan selalu ada. Tidak ada manusia yang sempurna. Kita diciptakan oleh Allah dengan berbeda-beda. Sehingga harus saling mengisi, saling mendukung dan saling membantu sama yang lain. Kalau kebersamaan itu sudah ada, maka kesuksesan akan terwujud,” katanya. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *