Apel Posko Pelayanan Lebaran 2017

Jumlah penumpang dari pelabuhan Gresik ke Pulau Bawean pada hari Raya Idul Fitri 2017, dipastikan ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2016 lalu jumlah penumpang naik dari pelabuhan Gresik sebanyak 17.668, tahun ini diperkirakan sebanyak 19,435 orang ada kenaikan sekitar 10 %.

Untuk itu Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Gresik membentuk Posko pelayanan dan kelancaran angkutan lebaran 2017 (1438 H) terdiri dari Kantor KSOP, Polsek Kawasan Pelabuhan Gresik, Satpol Air Pelabuhan Gresik, Koramil Gresik, Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik , Pelindo III Cabang Gresik , BPBD Kabupaten Gresik , Kantor Kesehatan pelabuhan Gresik serta dibantu oleh FKPPI, PPM, Pramuka Saka Wira Kartika.

Pembentukan Posko pelayanan dan kelancaran angkutan sesuai Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2004, tentang koordinasi penyelenggaraan angkutan lebaran terpadu dan Keputusan Menhub nomor KP 522 tahun 2017 tentang tim koordinasi penyelenggaraan angkutan lebaran terpadu tahun 2017, serta instruksi Dirjenhubla  nomor UM.008/41/7/DJPL-17 tentang persiapan penyelenggaraan angkutan laut lebaran tahun 2017 ( 1438 H).

Sarana untuk pemantauan dan pengawasan selama pelaksanaan kegiatan posko, terdiri mobil patroli, milik Kantor KSOP, PT. Pelindo III Cabang Gresik, Polsek kawasan pelabuhan, Ambulan milik kantor pelabuhan Gresik,  Pos Posko, Terminal Penumpang, dermaga sandar kapal penumpang serta peralatan komunikasi pelayaran.

Pengawasan dilaut disediakan motor boat, kapal patrol milik Kantor KSOP Gresik dan Satpol Air Polres Gresik.

Kesediaan armada meliputi KM. Expres Bahari , GT 252,Kapasitas 390 penumpang, waktu dari Gresik ke Bawean selama +3 jam, dari pelabuhan Gresik hari Selasa, Kamis dan Minggu.

KM Natuna Expres, GT 188, kapasitas 250 orang, lama layar + 4 jam, berangkat dari Gresik, Senin, Rabu dan Sabtu.

KMO. Gili Iyang, GT = 1.029, kapasitas penumpang 219 orang, berangkat dari Surabaya ke Bawean hari Selasa, Kamis dan Minggu.

Apabila pada hari –hari tertentu menjelang hari H-7 s/d H +3 akan mengalami lonjakan penumpang diatas kapasitas kapal, gelombang laut 2 meter keatas, demi pertimbangan keselamatan kapal tidak diijinkan berangkat, Pemda akan koordinasi dengan TNI-AL atau PT. DLU untuk dapat mendatangkan armadanya guna membantu angkutan penumpang Gresik – Bawean PP, jelas Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan kelas II Gresik, Capt. Hermanta,SH,MM.M.Mar, dalam penjelasanya waktu memimpin Upacara kesiapan penyelenggaraan angkutan laut lebaran tahun 2017, dilapangan Kantor KSOP Gresik. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *