Bupati Gresik, Kesempatan Mudik Gratis Sebagai Sarana Pererat Silaturahmi

Jangan sampai ada yang tertinggal, jangan sampai ada yang salah bis dan salah jurusan demikian pesan Bupati Sambari Halim Radianto sebelum memberangkatkan 27 bis mudik gratis Pemkab Gresik, Jum’at (23/6) di Halaman Kantor Bupati Gresik.

Selain itu Bupati dan Wakil Bupati Gresik Sambari-Qosim mendoakan pemudik agar selamat sampai tujuan dan balik lagi ke Gresik. “Mudik ini sebagai tradisi untuk mempererat tali silaturahmi. Pergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Kami selaku penyelenggara akan merasa berkepentingan agar seluruh masyarakat Gresik berbahagia di hari yang Fitri nanti. Doakan kami bisa terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat” ujar Sambari dan Muhammad Qosim bergantian.

Pada kesempatan itu, Sambari berharap kepada Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengikutsertakan anggotanya pada setiap bis dengan satu orang anggota Dihub. “Tolong Kepala Dinas Perhubungan untuk menyertakan anggotanya yang bertanggung jawab dan memastikan pemudik diantar sampai ke kota tujuannya. Kalau kesasar dishub bertanggungjawab untuk mencarikan kedaraan hingga sampai” ujar Bupati mewarning Kadishub Andhy Hendro Wijaya yang saat itu mendampingi.

Setelah sebelumnya para Pemudik memborong Sembako murah yang disiapkan Pemkab Gresik. Akhirnya tepat jam 09.00 Sambari-Qosim yang didampingi seluruh anggota Forkopimda Gresik melepas keberangkatan bis sesuai rute yang telah ditentukan. Tak kurang 1350 peserta mudik gratis ini diberangkatkan dengan 27 bis ke kota tujuan masing-masing. Setidaknya ada 12 kelompok jurusan yaitu ke Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Sarang, Cepu dan Ngawi.

Ternyata kesempatan mudik gratis ini sangat diminati masyarakat Gresik yang ingin pulang ke tempat leluhurnya. Suparto (46) pemudik Gresik menuju Banyuwangi menyatakan senang dengan adanya mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemkab Gresik ini. Pasalnya dia sudah 5 (lima) tahun terakhir tidak mudik. Hal ini dinyatakan ketika kabag humas Pemkab Gresik Suyono menanyainya, Berapa ongkos dia dan keluarga bila mudik dengan kendaraan umum ? suparto hanya diam.

“Saya sudah lima tahun tidak mudik pak. Kalau mudik dengan kendaraan umum Bersama lima orang anggota keluarganya ongkosnya terlalu berat. Alhamdulillah saat ini saya bisa mudik kembali setelah pak Bupati mengadakan mudik gratis” paparnya polos. Hal senada juga disampaikan oleh Immatul Farichah asal giri yang mudik ke Caruban Madiun. “Saya senang bisa ikut mudik gratis Bersama keluarga, karena kalau ikut kendaraan umum pada saat seperti ini sangat sulit dan selalu oper. Bahkan suami saya pernah tidak mendapat tempat duduk. Saya berharap tradisi ini bisa dilaksanakan setiap tahun” ujarnya.

Pada kesempatan ini Kepala Dinas Perhubungan Andhy Hendro Wijaya didampingi Kabag Humas Suyono menyatakan, pihaknya akan selalu memperhatikan keinginan masyarakat Gresik. Terkait keinginan adanya kegiatan rutin mudik gratis pada setiap tahun, Andhy menyatakan akan selalu berupaya untuk mewujudkan keinginan tersebut tentunya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak. “Tentunya kami siap untuk melaksanakan segala sesuatu sesuai yang diatur oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik” tandasnya. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *