Mendengar Keluhan Masyarakat, Bupati Gresik Lakukan Tilik Warga

Bupati Gresik Dr. Ir. Sambari Halim Radianto.,S.T., M.Si memiliki cara tersendiri untuk mengurangi kemiskinan dimasyarakat dengan cara turun langsung ke pedesaan.  Kegiatan tersebut dinamai ‘Tilik Warga’, yakni mendengar wadulan (keluhan) warganya secara langsung. Namun Bupati tidak sendirian, dirinya juga didampingi oleh wakilnya Dr. H. Moh. Qosim dalam kegiatan Tilik Warga tersebut.

Cara itu berbeda dengan yang dilakukan oleh Bupati atau walikota di Indonesia. Sebab, Bupati Sambari dan Wakilnya M. Qosim harus menginap semalam di desa yang dituju, dan kali ini berlokasi di desa Sawo, kecamatan Dukun, Gresik. Mereka memilih rumah warga yang dianggap kurang layak untuk tempat bermalam.

Sejumlah persoalan bisa diselesaikan saat tilik warga itu. Biasanya, begitu dicurhati warga, Bupati Sambari langsung menghubungi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dan menugasi kepala dinas untuk memenuhi aspirasi masyarakat itu.

Misalnya saja disaat warga merasa kesulitan dalam mengurus surat-surat, keluhannya terhadap jaringan irigasi serta keluhan warganya terkait pelayanan kesehatan. “Selama masih bisa diatasi karena tidak terlalu berat, langsung kami turuti saat itu,” kata Bupati Sambari, Kamis (25/8).

Namun, lanjut Bupati, kalau membutuhkan anggaran besar, keinginan masyarakat akan dimasukkan ke program prioritas selanjutnya.

Seperti halnya yang dikeluhkan oleh Siti Rohmah (55) warga desa setempat, dirinya wadul kepada Bupati Sambari karena adanya kabel bodong (terkelupas) yang ada di atas masjid dan dinilai membahayakan.

Mendengar keluhan itu, Bupati Sambari langsung sigap memerintahkan Camat Dukun Suprapto untuk segera berkoordinasi dengan PLN Sidayu agar segera mengatasi permasalahan kabel terkelupas tersebut. “Segera lakukan koordinasi dengan PLN Sidayu untuk segera ditangani,”  ujar Bupati Sambari.

Berbeda dengan Asnan (50), dirinya menginginkan agar pemerintah melalui dinas terkait melakukan penambahan jaringan irigasi. “Saat ini hanya 600 meter, kami ingin ditambah 600 meter lagi agar pengairan dapat berjalan maksimal,” pinta Asnan.

Terkait hal itu, Bupati Sambari melalui Kepala Dinas Pertanian Ir. Agus Djoko Walujo menjelaskan bahwa permintaan Asnan tersebut tidak serta merta dapat terpenuhi. Kendati demikian, Ir. Agus Djoko Walujo tetap menampung aspirasi Asnan tersebut. “Sementara kami tamping dulu, dan akan kami bicarakan lebih lanjut, semoga dapat terealisasi kedalam program prioritas selanjutnya,” ujar Ir. Agus.

Sementara itu, Wakil Bupati Dr. H. Moh. Qosim sangat mengapresiasi desa Sawo yang berhasil menerima penghargaan sebagai juara II pasar desa tingkat provinsi Jawa Timur tahun 2016. “Selamat atas penghargaan yang diraih desa Sawo, semoga menjadi semangat dan motivasi untuk semakin meningkatkan prestasi,” kata M. Qosim.

Orang nomer dua di Gresik itu juga mengatakan bahwa keberhasilan membangun insfrastruktur di desa, merupakan kerjasama semua pihak dan tak terlepas dari peran serta masyarakat desa, terutama masyarakat desa Sawo. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *