PERTEMUAN BUPATI GRESIK BERSAMA WAGUB JATIM BICARAKAN SOLUSI ATASI BANJIR DI GRESIK

Permasalahan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di kabupaten Gresik hingga kini masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Bupati Gresik Sambari Halim Radianto terus mencarikan solusi agar persoalan banjir dapat ditanggulangi.

Pagi tadi, Jumat (03/01/2020), Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak datang ke Pemkab Gresik dan bertemu langsung dengan Bupati Sambari Halim Radianto untuk membicarakan secara langsung penanganan banjir di Gresik. Bupati Sambari juga didampingi Wakil Bupati Moh. Qosim dan juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang membidangi langsung.

Banyak hal yang dibicarakan, termasuk rencana pembangunan tanggul Kali Lamong yang masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan di Jatim. Dirinya mengajak semua komponen, termasuk pemerintah did aerah untuk mengawal suksesnya Perpres 80 tersebut. “Ini adalah salah satu upaya kami bersama wilayah terdampak banjir, utamanya Kabupaten Gresik untuk duduk bersama mencari solusi,” katanya.

Ia juga mengatakan, bahwa pembangunan tanggul Kali Lamong membutuhklan dana yang besar dan melibatkan Balai Besar Wilayah Bengawan Solo (BPWS) serta Kementerian terkait. “Pembangunan tanggul Kali Lamong yang membentang dari Gresik hingga Mojokerto membutuhkan dana yang cukup besar. Oleh sebab itu butuh pemetaan yang matang agar anggaran bisa lebih ditekan dan sesuai dengan rencana,” ujarnya.

Untuk itu, dihadapan Bupati Sambari dan OPD terkait, Emil berharap ketersediaan lahan yang paling rendah resiko dampak genangan air. Terutama wilayah yang tidak padat penduduk, serta tak ada tanaman pangan seperti sawah. “Bersama BPWS, kami lakukan identifikasi lahan yang paling rendah resiko terdampak genangan airnya,” imbuhnya.

Sementara, Bupati Sambari mengatakan bahwa banjir dari luapan anak sungai Bengawan Solo ini menjadi banjir tahunan di sejumlah daerah seperti Mojokerto hingga Gresik. Di Gresik sendiri terdapat 5 kecamatan yang terdampak. Untuk itu, melalui pertemuan bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, BPWS, Bupati Sambari ingin agar penanganan banjir di Gresik dapat segera teratasi.

“Melalui pertemuan ini, kami ingin ada progress kedepan terkait dengan penanganan banjir. Terutama di wilayah yang kritis agar menjadi skala prioritas yang ditentukan sesuai teknis,” kata Bupati Sambari.

Penanganan Kali Lamong, menurut Bupati, memang menjadi kewenangan BPWS. Namun pihaknya terus berupaya keras agar dapat dicarikan solusi sehingga banjir dapat tertangani dan tidak terjadi lagi. “Kami optimis dengan masuknya penanganan Kali Lamong pada perpres 80 tahun 2019 ini dapat segera terealisasi sehingga mampu memberikan solusi terbaik untuk penanganan Kali Lamong agar wilayah di Gresik tidak lagi terdampak banjir,” harap Bupati Sambari. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *