Petrokimia Gresik Mewisuda 119 Siswa Lolapil

PT Petrokimia Gresik (PG) kembali mewisuda 119 siswa program Loka Latihan Keterampilan (Lolapil) di Gresik, Selasa (25/4). Wisudawan berasal dari sejumlah sekolah kejuruan, seperti SMK listrik, SMK mesin, SMK kimia industri, dan SMA jurusan IPA di sekitar perusahaan.

Direktur Utama PG Nugroho Christijanto menyatakan bahwa Lolapil merupakan program pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan di bidang pendidikan. Pesertanya adalah siswa lulusan SMA/sederajat yang terlebih dahulu lulus tahap seleksi Lolapil yang cukup ketat.

Dalam program ini siswa Lolapil mendapat pendidikan dan pelatihan (diklat) praktis dan intensif selama 6 bulan. Mereka dididik menjadi tenaga muda terampil, profesional, dan siap kerja di industri. Lulusan Lolapil tidak lantas wajib bekerja untuk PG, karena program ini merupakan bagian dari kegiatan tanggungjawab sosial perusahaan (CSR).

“Selain pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman kerja atau hard competency, siswa juga mendapat materi soft competency seperti pembentukan sikap atau perilaku, kedisiplinan, serta pembinaan fisik dan mental,” ujar Dirut PG Nugroho Christijanto.

Lolapil pertamakali diresmikan oleh Menteri Perindustrian Abdul Raoef Soehoed dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Harun Al Rasyid Zain pada 7 April 1981 di Gresik.

Hingga saat ini PG telah meluluskan 964 tenaga terampil di berbagai bidang keahlian, seperti ahli las, bubut, analis kimia, listrik, instrumen, mekanik, alat berat, otomotif, dan masih banyak lagi.

Dirut PG Nugroho Christijanto menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk dukungan PG terhadap program pemerintah yang tengah menggalakkan pendidikan dan pelatihan industri berbasis kompetensi guna menjawab tuntutan industri dan persaingan global.

Konsistensi penerapan program ini juga berkontribusi besar terhadap ditunjuknya PG sebagai salah satu dari tiga perusahaan di Indonesia yang dipercaya pemerintah untuk menjalankan pilot project kerjasama dengan SMK dalam rangka ‘link and match’ industry dan SMK. Kerjasama ini merupakan tindaklanjut dari MoU 5 Menteri (Menperin, Menaker, Mendikbud, Menristekdikti, dan MenBUMN) terkait peningkatan kualitas dan daya saingSDM Indonesia pada November 2016. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.