KSOP GRESIK TIDAK BERI IJIN BERLAYAR KEPADA KAPAL PENUMPANG SAAT CUACA BURUK MENCAPAI 2 METER KEATAS

Demi keselamatan penumpang, Kantor Kesyahbandaran & Otoritas Pelabuhan kelas II Gresik, tidak memberi ijin kepada kapal penumpang yang mau berlayar dari pelabuhan Gresik menuju pelabuhan Pulau Bawean saat cuaca buruk saat ketinggian ombak mencapai 2 meter keatas.

Oleh karena itu, Kantor Kesyahbandaran & Otoritas Pelabuhan kelas II Gresik, mengimbau para agen pelayaran khususnya pelayaran dari pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawean, untuk tidak menjual tiket penumpang dari Gresik menuju Bawean pulang pergi dalam rangka merayakan Natal Tahun 2019 dan Tahun Baru 2020.

Himbauan ini juga disampai kepada para penumpang yang ingin menuju Bawean, diimbau tidak memaksanakan untuk berlayar apa bila cuaca buruk saat ketinggian ombak mencapai 2 meter keatas. Ini semua demi keselamatan kita bersama, tegas Kepala Seksi Lalu Lintas angkutan laut, pelabuhan Gresik, jelas Kasi Status Hukum dan Sertifikasi  Kapal Kantor KSOP Pelabuhan Gresik, Ferry Anggoro usai pembukaan Apel Posko terpadu angkutan transportasi Rabu (18/12) lalu.

Dalam Apel Posko terpadu angkutan transportasi laut Gresik- Bawean,  menurut Fery Anggoro, masyarakat Bawean yang akan merayakan Natal 2019 Tahun Baru 2020 diprediksi ada kenaikan sekitar 10 % dibanding dengan penunpang tahun sebelumnya. Itupun akan tampak pada H-30 dan H-1 Kesediaan armada dari Pelabuhan Kelas II Gresik ke Pulau Bawean (PP) meliputi KM. Expres Bahari, GT.252 dengan kapasitas penumpang 390 orang. Kapal cepat Natuna Exspres, dan Kapal Blue Sea Jet 1 dan satu ASDP.

Sarana untuk pemantauan dan pengawasan selama pelaksanaan posko terpadu, terdiri dari  mobil patroli milik Kantor KSOP Gresik dan PT. Pelindo III Cabang Gresik.

Posko pelayanan dan kelancaran  angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, terdiri dari Kantor KSOP Gresik, Polsek Kawasan Pelabuhan Gresik, Satpol Air pelabuhan Gresik, Koramil Gresik, Dinas Perhubungan Gresik, PT. Pelindo III Cabang Gresik, BPBD Kabupaten Gresik, Kantor kesehatan pelabuhan Gresik, dan dibantu oleh FKPPI, PPM, Pramuka Saka Wira Kartika.

Apabila pada hari-hari tertentu mengalami lonjakan penumpang diatas kapasitas penumpang, gelombang laut mencapai 2 meter keatas, demi pertimbangan keselamatan kapal tidak diijinkan berangkat. KSOP akan berkoordinasi dengan Pemda Gresik, untuk bisa mendatangkan armadanya PT. DLU, guna membantu mengangkut penumpang dari Gresik ke Bawean.

Calon penumpang selain penumpang biasa juga wisatawan domestic dan wisatawan asing, apalagi liburan Natal dan Tahun Baru bersamaan dengan libur sekolah.

Posko akan berjalan mulai 18 Desember 2019 sampai tanggal 7 Januari 2020, sesuai dengan imbauan  Kementerian Perhubungan cq, Ditjen Perhubungan KSOP Gresik tentang persiapan untuk memastikan masyarakat yang menggunakan angkutan laut bisa terlayani dengan baik, rasa aman selamat dan nyaman. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *