Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sunda Kelapa menyiapkan 23 kapal penumpang untuk menghadapi Angkutan Laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

KSOP Sunda Kelapa Siapkan 23 Kapal Penumpang Hadapi Nataru 2026/2027

BERITAPELABUHAN.COM – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sunda Kelapa menyiapkan 23 kapal penumpang untuk menghadapi Angkutan Laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Persiapan dilakukan melalui rapat koordinasi bersama operator kapal, asosiasi pelayaran, dan pemangku kepentingan guna memastikan keselamatan pelayaran serta meningkatkan pelayanan publik.

Rapat yang dipimpin Kepala KSOP Kelas III Sunda Kelapa, Hotman Siagian, tersebut berlangsung di Ruang Rapat Fatahillah Lantai 2 Kantor KSOP Kelas III Sunda Kelapa. Pertemuan turut dihadiri Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan Amin Nurjannah, Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Muhammad Nuryadin, serta perwakilan operator kapal dan pengguna jasa di wilayah Pelabuhan Sunda Kelapa, Pantai Mutiara, dan Pelabuhan Muara Baru.

Pembahasan difokuskan pada identifikasi potensi risiko operasional, kesiapan armada, serta langkah mitigasi untuk menjamin kelancaran, keamanan, dan keselamatan pelayaran selama periode libur akhir tahun.

Sejumlah risiko yang diantisipasi meliputi keterlambatan keberangkatan akibat cuaca buruk, banjir rob di kawasan pelabuhan dan Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Marina Batavia, serta potensi kecelakaan laut yang melibatkan kapal yang melintas maupun berangkat dari kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Kepala KSOP Kelas III Sunda Kelapa, Hotman Siagian, menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan angkutan laut Nataru. Setiap kapal yang beroperasi wajib memenuhi persyaratan kelaiklautan dan mematuhi standar operasional prosedur (SOP).

“Jangan pernah berkompromi dengan keselamatan. Apabila ada kapal yang tidak memenuhi persyaratan, maka jangan pernah berikan izin berlayar,” tegas Hotman.

Ia juga mengingatkan seluruh personel dan pemangku kepentingan agar menjalankan tugas dengan integritas, memperkuat kolaborasi, serta mematuhi ketentuan yang berlaku.

Hotman mengimbau seluruh pihak untuk mengedepankan sinergi, memberikan pelayanan secara humanis, dan selalu berhati-hati dalam menjalankan tugas demi mewujudkan pelayanan publik yang optimal.

Sebagai bagian dari persiapan, KSOP Kelas III Sunda Kelapa akan melaksanakan pemeriksaan kelaiklautan atau ramp check terhadap kapal penumpang yang beroperasi di wilayah kerjanya pada November 2026.

Pemeriksaan tersebut mengacu pada Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor IR-DJPL 6 Tahun 2026 tentang Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang Angkutan Natal dan Tahun Baru 2026/2027 tertanggal 2 November 2026.

Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal, Muhammad Nuryadin, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan untuk memastikan seluruh armada memenuhi persyaratan keselamatan sebelum beroperasi.

Pemeriksaan mencakup alat keselamatan penolong atau Life Saving Appliances, peralatan pemadam kebakaran atau Fire Fighting Appliances, perlengkapan darurat atau Emergency Equipment, serta peralatan navigasi atau Navigational Equipment.

Nuryadin juga mengingatkan operator kapal agar melakukan pengecekan kondisi armada secara berkala dan memastikan seluruh perlengkapan keselamatan berfungsi dengan baik.

Selain itu, KSOP memberikan sosialisasi mengenai tata cara penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) serta penerapan manajemen keselamatan kapal bagi kapal dengan tonase kotor di bawah 35 GT.

Hotman juga mendorong operator kapal penumpang untuk menerapkan sistem tiket daring (online ticketing) guna meningkatkan transparansi, ketertiban, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan, Amin Nurjannah, menyampaikan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi gangguan operasional selama periode Nataru.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pengelola akan mengoptimalkan fasilitas pelabuhan dengan memanfaatkan halaman atau teras terminal penumpang sebagai ruang tunggu alternatif.

Sementara itu, penanganan banjir rob dilakukan dengan menyediakan dan menyiagakan pompa penyedot air di titik-titik rawan genangan.

KSOP juga akan menerbitkan Notice to Mariners (NtM) secara berkala sebagai informasi keselamatan bagi kapal yang berlayar di sekitar kawasan tersebut.

Langkah lainnya mencakup imbauan kepada kapal-kapal terdekat agar siap memberikan pertolongan darurat, penyiapan posko darurat kecelakaan laut, serta pembentukan Crisis Centre sebagai pusat kendali informasi dan penanganan cepat jika terjadi keadaan darurat.

Dalam rapat tersebut, General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Ahmad Fahmi, menyatakan dukungannya terhadap percepatan pelayanan publik dan peningkatan kesiapan sarana serta prasarana pelabuhan.

Sejumlah pekerjaan perawatan dan perbaikan fasilitas tengah dilakukan, antara lain normalisasi saluran untuk mengantisipasi genangan air di kawasan pelabuhan dan depan gudang, perbaikan Gudang 3 hingga Gudang 9, serta perbaikan tanggul.

Perbaikan tersebut diharapkan mendukung kelancaran aktivitas pelabuhan sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa selama periode angkutan Nataru.

Ketua DPC INSA, Budiman, mengapresiasi rapat koordinasi yang digelar KSOP Sunda Kelapa. Menurutnya, kesiapan armada, pemenuhan persyaratan keselamatan, dan koordinasi antarpelaku usaha menjadi faktor penting dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat.

“Persiapan angkutan laut Nataru perlu dilakukan secara optimal melalui koordinasi yang baik, kesiapan armada, serta pemenuhan persyaratan keselamatan kapal. Kami mendukung dan berharap dengan adanya rapat yang diselenggarakan KSOP Kelas III Sunda Kelapa ini dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Budiman.

Dukungan serupa disampaikan Ketua DPC ISAA, Iyus Rustamaji. Ia menilai koordinasi antara agen kapal, operator, dan otoritas pelabuhan penting untuk memastikan penyelenggaraan angkutan laut berjalan tertib dan sesuai ketentuan keselamatan.

“Kami mendukung adanya rapat persiapan ini guna menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan. Kami berharap angkutan laut Nataru Tahun 2026/2027 dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan keselamatan,” kata Iyus.

Melalui koordinasi lintas pemangku kepentingan, KSOP Kelas III Sunda Kelapa berharap penyelenggaraan angkutan laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi pengguna jasa pelabuhan. (har)