KSOP Pelabuhan Gresik Gelar Diklat Bagi Para Nelayan

Diklat Pemberdayaan Masyarakat Wilayah Kesyahbandaran & Otoritas Pelabuhan kelas II dengan Balai Pendidikan , Pelatihan Ilmu Pelayaran Tangerang, bertujuan untuk memberi bekal para nelayan tentang keselamatan kapal, penegakan hukum laut, mengerti peralatan kapal-kapal dan mesin kapal.

Diklat yang berlangsung selama tujuh hari diikuti sekitar 100 nelayan dari berbagai daerah di kawasan pelabuhan kelas II Gresik bertempat di PKPRI Kabupaten Gresik Senin s/d Sabtu ( 23-28/4) lalu.

Diklat Pemberdayaan Masyarakat wilayah Kesyahbandaran & Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik dengan Balai Pendidikan Pelatihan Ilmu Pelayaran Tangerang, adalah program Kementerian Perhubungan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, para peserta khususnya para nelayan di kawasan pelabuhan Gresik setelah mengikuti Diklat bisa meningkatkan pendapatan hasil laut otomatis bisa meningkatkan pendapatannya.

Kepala KSOP Gresik yang diwakili Kabag TaTA Usaha KSOP pelabuhan Gresik, Nanang Afandi menjelaskan bahwa pelabuhan Gresik dikenal sebagai pelabuhan rakyat.

Masyarakat Gresik banyak sebagai nelayan, dalam mencari ikan harus menempuh jarak 80 mill laut lamanya berminggu-minggu.

Oleh sebab itu pimpinan KSOP pelabuhan kelas II Gresik, Diklat yang diprogramkan Kementerian perhubungan , peserta dapat memanfaatkan hasil dari mengikuti pelatihan yang diberikan oleh nara sumber.

Pimpinan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran(BP2IP) Tangerang Gunawaqn, mengatakan, pelatihan agar para nelayan mengutamakan safety, dan keselamatan kapal.

Sudah ada 10,000 sertipikat yang diserahkan kepada nelayan yang mengikuti pelatihan BP2IP, mereka telah merasakan hasil pelatihan dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran, tegas Gunawan sekaligus membuka acara pelatihan Pemberdayaan Masyarakat.

Salah satu peserta pelatihan dari Desa Pangkah Wetan Kecamatan Ujungpangkah, Gresik mengatakan teman-teman merasa senang menimba ilmu tanpa biaya, Sementara Syaiful Ulum, mengatakan para nelayan hampir seluruhnya senang mandiri.Tetapi kalau gelombang besar penghasilan kecil, kalau waktu panen ikan nelayan ikan hasil melaut harganya sangat murah, sehingga ada yang hasil melaut terpaksa dijual ke kain daerah, katanya. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *