Songsong NLE 2024, Pengurus DPC Alfi/Ilfa Gresik Tingkatkan Pengetahuan Pada Anggota

Pengurus Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics & Forwarders Association (Alfi/Ilfa) Kabupaten Gresik diharapkan meningkatkan pelayanan untuk mempermudah dan mempercepat layanan logistik, Rabu (13/7/2022).

Seperti yang disampaikan Ketua Alfi /Ilfa Jawa Timur Hengky Pratoko, bahwa Pemerintah Pusat telah mengeluarkan Peraturan Presiden tentang Nasional Logistik Ecosistim (NLE) pada 2024. Diamana, semua layanan transportasi laut bisa seperti aplikasi GoJek. Sehingga, pelaku usaha Alfi/Ilfa dan pemerintah bisa bersatu untuk meningkatkan pelayanan kelancaran dan pengiriman logistik di Gresik.

“Dulu orang ngojek selalu mangkal di perempatan atau tempat umum. Sekarang muncul GoJek, orang sudah mau turun dari bus sudah pesan GoJek. Harapan Pemerintah Pusat seperti ini. Layanan transportasi laut juga seperti GoJek berupa Nasional Loggistik,” kata Hengky Pratoko, saat acara rapat Muscab DPC Alfi /Ilfa di Restoran Mustikarasa, Kebun Percobaan Petrokimia Gresik, Jalan Tridharma.

Lebih lanjut Hengky Pratoko menambahkan, selama persiapan dua tahun ini, pengurus DPC Alfi/Ilfa Kabupaten Gresik untuk menyiapkan diri dengan meningkatkan pengetahuan. “Mari kita tingkatkan kompetensi itu. Kita ada waktu dua tahun lagi. Terpenting ada transparansi  kolaborasi. Dan nilai-nilai budaya jawa yaitu sayuk, guyup dan rukun. Semuanya demi kejayaan Indonesia,” imbuhnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kabupaten Gresik Capt. Roni Fahmi mengatakan, perlunya sinergitas dan kesepakatan tarif pengusaha Alfi/Ilfa. “Sehingga, ada kesiapan yang permanen antara pengusaha dalam kesepakatan tarif. Semuanya harus beradaptasi dengan teknologi,” kata Capt. Roni Fahmi.

Sementara Ketua DPC Alfi/Ilfa Kabupaten Gresik Agus Irwan mengatakan, pentingnya hubungan baik antara pelaku usaha, pengguna jasa dan pemangku kebijakan.

“Memang pekerjaan Alfi/Ilfa hanya memindahkan barang. Tapi, yang namanya conectifitas harus terus dijaga dan memahami peraturan. Seperti adanya asuransi, kepabeanan dan  transportasi. Jangan sampai pengusaha di Gresik ini menjadi penonton. Adanya KEK JIIPE, Terminal Maspion dan banyaknya Pelabuhan Khusus di Gresik,” kata Agus Irwan. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *